belakangan ini semakin besar keinginan buat sekolah lagi. pengen banget sekolah lagi, belajar yang bener, nimbun ilmu yang banyak, dapet nilai bagus, jadi orang yang lebih baik. abis itu pulang-pulang biar perusahaan bagus yang berebut gw untuk kerja di tempatnya, ngga perlu susah-susah capek-capek nyari kayak sekarang ini..

Kerja *part I*

aku seorang fresh graduate yang super fresh dari ITB. IP-ku emang ga terlalu tinggi, tapi ngga jelek-jelek amet juga. sekarang ini lagi masa-masa nyari kerjaan yang pas, atau kalau kata orang nyari tau “passion” kita apa..

mmmm dari dulu aku emang bercita-cita kerja di perusahaan swasta. alasannya konyol emang, cuma karena aku suka banget liat-liat gedung perkantoran tinggi, kantor pake baju bagus, make up cantik, heels tinggi& segala macem kekerenan lainnya..

tapi aku tau&pernah ngerasain juga kerja di swasta emang capek, banyak deadline yang dikejar, kerja lembur, daaaan seterusnyaa..

karena nyadar keterbatasan otak dan kemampuanku, akhirnya aku mutusin untuk ke pemerintah aja. soalnya katanyaaa *karena belum pernah ngalamin langsung*, di pemerintah itu kerjanya lebih santai, gaji pokoknya emang kecil, tapi plus-plusnya banyak juga.. hehehe.

tapii di pemerintah yaah tampilannya ga kayak gedung-gedung atau orang-orang di swasta. bedanya sampe 180 derajat deeeh.. fufufu.

mmmm jadi yaah sekarang udah apply ke dua-duana&nunggu panggilan aja.. hehehe.

banyak orang yang bilang lulusan ITB itu sombong-sombong, ngerasa paling hebat&sebagainya. tapi jujur aja aku ga ngerasa kayak gitu sama sekali.. tapii aku emang pemilih banget anaknya.. soalnya udah tau banget, kalau udah ga sreg, pasti ga bakalan betah. kalau ga betah pasti kerjaan ga bener bawannya pengen cepet keluar ajaa… mmmm jadi yaah itu serba bingung deeeh buat semuanya… X_X

*bersambung*

Orangutan Bukan Musuh Kelapa Sawit

ini jahat bangeeet.. :((

Dalam beberapa tahun terakhir, orangutan berhasil menjadi ikon yang dapat membuat orang ingat akan upaya pelestarian hutan. Bahwa habitat orangutanlah yang menjadi korban saat perluasan lahan kelapa sawit terjadi, utamanya di Kalimantan.

Meski begitu, data terbaru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Centre for Orangutan Protection (COP) menceritakan kondisi riil di lapangan soal orangutan. Mereka terpaksa mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman serta dua orangutan lain dari Muara Wahau pada Juli 2011 lalu.

Yang mereka temukan cukup mengenaskan. Ada satu induk orangutan ditemukan mati dan dikubur dengan kondisi banyak bekas pukulan, kedua pergelangan tangannya terluka serta jari-jari yang putus.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap masyarakat. Empat tengkorak orangutanjuga ditemukan pada 20 Agustus 2011.

Belum cukup sampai di situ, puluhan orangutan juga kerap jadi sasaran warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara, karena dianggap sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit. Di sebuah areal konsesi perkebunan kelapa sawit, warga desa pun memotong kepala satwa.

Juru kampanye COP Hardi Baktiantoro juga mengatakan bahwa para pemburu bayaran itu mengaku telah membunuh banyak induk orangutan dan para pekerja perkebunan pun mengaku sengaja menyebarkan pisang yang sudah disemprot furadan untuk meracuni orangutan.

Fakta-fakta ini, jika benar terjadi, sangatlah mengerikan. Sayangnya hingga hari ini, polisi tidak juga menetapkan seorang pun jadi tersangka dan tidak ada yang dipenjara. “Ini mengecewakan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup orangutan,” ujar Hardi lewat siaran persnya.

Hardi menilai kematian puluhan orangutan bukan terjadi karena konflik manusia dengan jenis binatang primata tersebut, melainkan upaya pembunuhan massal kelompok tertentu yang rakus untuk meraih keuntungan pribadi. Pihaknya menyentil pemerintah yang harusnya berani melihat kenyataan bahwa polisi tidak membuat kemajuan apapun untuk mencegah kepunahan orangutan di Kalimantan.

Setidaknya sejak 10 tahun terakhir, 12 ribu orangutan mati terbunuh oleh manusia di seluruh wilayah Indonesia. “Ada sekitar 2.400 hingga 12 ribu orangutan yang sudah terbunuh oleh manusia. Terutama karena dianggap hama sawit. Itu penyebab utamanya. Yang kedua adalah hilangnya habitat,” kata Hardi lagi.

Kelapa sawit bukan hanya satu-satunya ancaman populasi orangutan. Di Kalimantan Barat pun, orangutan mengalami ancaman serupa, penurunan populasi, tapi akibat perburuan dan perdagangan satwa liar untuk dijadikan hewan peliharaan bahkan sebagai sumber makanan.

Perluasan lahan kelapa sawit mungkin diperlukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, lewat meningkatkan ekspor kelapa sawit. Tetapi, perbaikan ekonomi tidak sepantasnya dilakukan dengan harga kepunahan orangutan. Bahkan kedua hal itu sebenarnya tidak layak menjadi dua hal yang bisa saling menggantikan. Melindungi orangutan tidak berarti mematikan kelapa sawit, dan perluasan kelapa sawit pun tidak sepantasnya membuat kerusakan pada habitat orangutan, apalagi sampai mengorbankan nyawa mereka.

Orangutan hanya satu dari sekian banyak jenis satwa di Indonesia yang menjadi korban karena perkebunan kelapa sawit. Di Riau banyak terdengar cerita gajah atau harimau masuk ke permukiman.

Dengan semakin seringnya peristiwa seperti ini terjadi di Indonesia, kami ingin bertanya pendapat Anda, apa sebenarnya letak masalahnya di sini? Kenapa peristiwa-peristiwa ini semakin sering terjadi? Dan kenapa terjadi dengan tingkat keparahan yang semakin meningkat pula?  

Apa yang seharusnya mulai dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kerusakan lingkungan, hutan, dan bahkan, kemungkinan punahnya satwa-satwa khas Indonesia? 

Atau, Anda mungkin tinggal dekat dengan lahan konsesi kelapa sawit. Ceritakanlah kepada kami, seperti apa keadaan di sana? Dan apa yang Anda ketahui soal penyebab gangguan satwa masuk ke lahan kelapa sawit? 

sumber : http://id.berita.yahoo.com/orangutan-bukan-musuh-kelapa-sawit.html

photos

Seminggu Kemudian

hhhhmm semua euforia lulus udah abis. yaaah tetep seneng rasanya udah lulus. tetep bangga juga tiap kali orang tua ngomong ke temen, keluarga, tetangga, tukang kebaya, tukang sayur& semua jenis orang yang ditemuin, ngomong dengan bangganya anaknya udah lulus minggu lalu.

tapiii…..

revisi belum disentuh sama sekali.. :(

what’s next? pertanyaan yang paling ngga disuka di dunia. mmmm yah pastinya, next is finding myself a job away from home. tapi jadi apa? ditanyain mau kerja dimana, bingung. ditanyain mau di bidang apa, bingung. ditanyain ini itu semuanya bingung. huhu sedih yaaa.

yang pasti masih pengen yang berhubungan sama plano. yah emang siih plano bisa banget kuliah di bidang apa aja, tapi yaaah ga tau deh, udah sreg aja sama bidang ini.

pengen di pemerintahan, tapi yah ini ngga mau buat pekerjaan tetap. palingan kontrak 6 bulan lah, pengen ngerasain apa rasanya kerja di bidang ini aja. katanya kerjanya enak, lebih santai&banyak duit plus-plusnya.

pengen juga kerja di perusahaan property internasional. yaah pas kp sempet ngerasain& it’s one of biggest dream. kerja di gedung perkantoran tingi, pake baju kerja bagus, ketemu banyak orang. buuut the office hours and work are crazy.

pengen juga kerja di *ada deh rahasia* tapi dia cuma nerima S2, yang S1 biasanya ditempatin di proyek-proyek pelosok negeri gitu.. mmmm menarik siih sebenernya. ini masih nyari-nyari info lagi soalnya.

sempet kepikiran juga kerja di luar negeri, yah ngga jauh-jauh siih niatnya, tapi yaaah sama ini masih ngumpulin informasi.

kalau yang ini beda sendiri. dan ngelenceng dari plano. pengen juga kerja di majalah. hahahaha. kalau ini mungkin akibat kebanyakan nonton film yaaa. kayaknya seru aja kerja di majalah gitu, ringan, warna-warni, ngga kaku, bebas, yah menyenangkan deh intinya. tapi lebih pengennya karena menurut temen-temen gw punya kelebihan yang plus plus buat nganalisis gosip. hahahaha seru kaaan kalau kerjaannya nganalisis gosip, daripada nganalisis perkembangan kota, kebutuhan rumah, dll. hehehe.

kalau ditanyain sekolah, yah siapa juga siih yang ga mau sekolah lagi. tapi yah maunya keluar& harus pake beasiswa. yaah sambil kerja sambil nyari-nyari beasiswa siih kalau bisa..

kalau ditanyain jodoh, kapan kawin&sejenisnya, woleees. yang ini insyaallah udah diatur dari sejak lahir.. :)

photos

memories caught on camera.. :)

Seminggu yang Lalu

15 September 2011. Nadya Rahmarani Akbar, ST. yaak baru 8 hari sejak resmi dapet 2 huruf tambahan di belakangan nama. pengen cerita-cerita aja disini, udah agak basi tapi gapapa deeh biar bisa diinget-inget terus sampe beberapa taun kemudian.. :)

jadi pertama ngalamin yang namanya sidang tugas akhir itu tanggal 23 agustus 2011. emang waktu itu targetnya harus banget sidang sebelum libur lebaran, apa pun hasilnya. dan ternyata hasilnya masih sidang pembahasan. haha okee woles.

tanggal 12 september, yang katanya deadline ngumpulin draft *boong banget itu jadwalnya*, ngumpulin draft lagi buat diajuin ke sidang ujian. waktu itu katanya baru bisa sidang dua minggu lagi karena minggu itu yang sidang udah penuh&sang pembimbing minggu depannya full ke luar kota. asiiik seneng banget waktu itu, banyak waktu buat leha-leha sambil nyiapin segala sesuatunya.

tiba-tiba sehari kemudian, lagi enak-enaknya tidur sore cantik, dapet telpon dari bu nunung. mmmm shock. ternyata dikasih tau kalau 2 hari lagi sidang sama salah satu penguji yang beda. mmmm oke, cuma punya 2 hari buat nyiapin slide, belajar, siap-siap, lalilu semuanya. mmmm double die waktu itu rasanya. btw 2 harinya itu bahkan ngga sampe 48 jam.. -_____-

akhirnya hari H dateng juga. seperti biasa, j-2 udah berangkat dari rumah untuk ngurangin deg-degan yang super banget. nyampe ruang sidang, seneng banget banyak temen-temen jadi sambil nunggu penguji dateng, ngobrol&ketawa-ketawa dulu dalem ruangan. bener-bener itu ngebantu banget ngurangin ketegangan *thanks all*.

dalem ruangan sidang, ditanya ini itu anu lalala banyak deh selama 2 jam. pertanyaan yang ngga diduga-duga, yang ngebingunin, bahkan sampe pembimbing sendiri yang ikut nyalahin *mmmm aneh*.. bahkan ditanyain segala, “kalau ini diminta perbaikin, kamu sanggup berapa lama” fix banget pas itu udah pengen langsung nangis rasanya. abis itu disuruh keluar, sampe luar udah nangis aja rasanya ngerasa kayaknya gw gagal nih, belum lulus, atau ngga ST labil. huhuhu sedih  banget loh waktu itu, beneran.

abis itu disuruh masuk, dikasih tau revisinya apa aja, ternyata cuma tujuan sama kesimpulan. hahahaha lebay banget yaaa ampe nangis segala. trus udah gitu dibilangin lulus deeeh. uuuuu senengnya. begitu sang pembimbing keluar, ketemu temen-temen, beneran waktu itu langsung nangis bener-bener nangis berurai air mata sampe mascaranya luntur saking senengnya. hahahaha.

jadi resmi udah, jadi ST 39 Planologi 2007.. :)

quote

"I miss my campus life. I miss the days when I have to go to campus everyday just because I have classes to attend. I miss the friends, the classes, the assignments, the exams, practically everything."
mahasiswa labil TA
photo

my new york obsession. someday somehow with somebody… <3

my new york obsession. someday somehow with somebody… <3

(via papertissue)

Perjodohan

hari gini pasti jarang banget ada anak yang mau dijodohin sama orang tuanya. kayak zaman siti nurbaya aja menurut mereka. tapi itu biasanya karena mereka emang udah punya pacar pilihannya sendiri siih. haha.

tapi beberapa waktu lalu, menurut bundanya ozu gw bakal dijodohin sama nyokap gw. kalau menurut bundanya ozu itu, gw dikenalin sama seorang anak temennya mama trus nikah deh. hahaha.

trus tadi pagi juga kokom cerita dia mimpi gw bakal nikah&itu juga hasil perjodohan gitu.

mmmm sejujurnya sih gw seneng-seneng aja kalau ntar dijodohin. secara I’m 22&still single. *hahaha menyedihkan* soalnya sampe sekarang gw masih mempercayakan mama untuk milihin baju, dan kebutuhan lain-lain gw. jadi yah semoga aja pilihan mama buat dijodohin ke gw *kalau emang bener* juga bakal oke&cocok sama gw.

sebenetnya sih mantu idaman orang tua gw udah ada banget. tapi yaaah tapi……. *hahahah*